Lomba Esai untuk Lukisan “Paus Mencuci Kaki Rakyat Indonesia”
- Penulis : Bramantio Bayuajie
- Rabu, 28 Agustus 2024 10:50 WIB

Selembar lukisan yang menegaskan betapa kebersamaan dalam perbedaan itu sungguh menyenangkan dan selalu memberikan harapan-harapan mulia.
Dalam pertunjukan ini, Denny juga menghadirkan tema-tema aktual dan bahkan kontekstual. Lukisan itu berjudul Paus Mencuci Kaki Rakyat Indonesia.
Lukisan menggambarkan Paus sedang membasuh kaki seorang pemuda di tepian sungai yang mengalir jernih. Proses pembasuhan itu disaksikan oleh banyak orang.
Baca Juga: Peran SATUPENA di Bawah Kepemimpinan Denny JA Dalam Memperjuangkan Kepentingan Penulis di Era AI
Dalam satu lukisannya, Paus diperlihatkan sedang membasuh kaki seorang penganut Hindu. Sementara pada lukisan lain, Paus sedang membasuh kaki seorang Muslim di sehampar kedung nan bening. Tak jauh dari tempat pembasuhan itu tampak menjulang menara dan kubah masjid.
Tulis Agus Dermawan T., “Denny memang berimajinasi. Namun melihat aspirasinya, dan meraba apa yang bakal muncul dalam peristiwa nyata, bukannya tidak mungkin sang khayal itu akan jadi ‘imajinasi faktual’.
Lantaran umumnya, yang digubah dalam seni bermuatan tanda-tanda zaman adalah realitas yang akan menjelma sebagai kejadian. Ini sejalan dengan yang dikatakan oleh Marshall McLuhan: seniman adalah ‘antenna of society,’ atau antena sosial,” tulis Agus.
Panitia Festival Toleransi itu juga menyelenggarakan dua lomba untuk publik luas. Pertama, lomba esai untuk lukisan Paus Mencuci Kaki Rakyat Indonesia. Kedua, lomba swafoto dengan lukisan itu, dan swafoto untuk event lain di Festival Toleransi.
Bagaimanakah gerangan 10 lukisan itu, yang digelar di Festival Toleransi, di Galeri Nasional? Bagaimana pula review panjang Agus Dermawan T.?
Semua itu dapat dilihat dalam booklet yang disiapkan panitia, di bawah ini:
Baca Juga: ORASI DENNY JA: Dibatalkannya RUU Pilkada dan Pentingnya Kompetisi Politik