Prabowo Subianto Gelar Rapat Terbatas Respon Meletusnya Gunung Lewotobi Laki-Laki
- Penulis : Bramantio Bayuajie
- Rabu, 13 November 2024 15:15 WIB

LIFESTYLEABC.COM - Presiden RI, Prabowo Subianto merespon cepat situasi genting meletusnya Gunung Lewotobi Laki-Laki dengan menggelar rapat terbatas di Amerika Serikat.
Dalam rapat terbatas ini, Prabowo Subianto mengungkapkan ingin mengetahui sejumlah perkembangan setelah Gunung Lewotobi Laki-Laki mulai erupsi dan meletuskan abu vulkanik.
Lewat sambungan video call, Prabowo Subianto meminta jajaran menteri Kabinet Merah Putih untuk memberikan perkembangan terbaru dari situasi meletusnya Gunung Lewotobi Laki-Laki.
"Saya ingin diberi update bagaimana tentang keadaan bencana di Gunung Lewotobi Laki Laki di Flores Timur, NTT. Mohon saya diberi update, silakan," ujar Presiden Prabowo membuka pembahasan.
Dalam keterangan itu dijelaskan Presiden Prabowo Subianto tetap memantau kondisi dalam negeri, terutama terkait bencana alam yang terjadi di Indonesia.
Pada hari ini sekitar pukul 22.00 WIB, Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas melalui video conference dengan beberapa jajaran Kabinet Merah Putih yang berkumpul di Graha BNPB, Jakarta Timur.
Baca Juga: Debu Vulkanik Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki Berhembus hingga ke Pulau Lombok
Presiden Prabowo meminta para menteri dan pejabat terkait untuk memberikan laporan terkait perkembangan penanganan bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki.
Dalam kesempatan itu, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menjelaskan bahwa Presiden Prabowo meminta untuk mendapatkan laporan langsung terkait perkembangan bencana alam yang terjadi di Indonesia, meskipun sedang berada di luar negeri.
"Saya bisa membayangkan beliau tentu saja tidak tenang, oleh karena itu beliau ingin mendengarkan secara langsung laporan dari kami," katanya.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto kemudian memberikan laporan terkini, menyampaikan bahwa tim gabungan yang meliputi BNPB, Kementerian Sosial, TNI, Polri, serta pemerintah daerah telah berkoordinasi dan melakukan langkah-langkah penyelamatan dan evakuasi sejak erupsi pertama pada 3 November dini hari.