DECEMBER 9, 2022
Kolom

Ketika 180 Kreator Milenial dan Gen Z, dari Aceh Hingga Papua, Bereaksi Melalui Pesan

image
Pendapat Denny JA tentang pengaruh puisi esai yang ditulis pemuda Aceh hingga Papua (Lifestyleabc.com/Kiriman)

-000-

Membangun Masa Depan Melalui Kata-Kata

Di tengah dunia yang semakin kompleks, menulis sastra adalah cara bagi milenial dan Gen Z untuk merangkul diri, memahami dunia, dan memberi makna pada perubahan.

Baca Juga: 4 Lukisan Artificial Intelligence Denny JA: Memperingati Hari Rumi

Mereka tidak hanya menulis untuk mengungkapkan diri, tetapi juga untuk menyuarakan generasi mereka yang kaya dengan keberagaman, tantangan, dan mimpi.

Melalui puisi esai, mereka belajar menjadi saksi dan pemimpin masa depan yang lebih peka, lebih bijaksana, dan lebih kuat dalam memahami serta mempengaruhi dunia di sekitar mereka.

Dengan menulis, mereka mengukir jejak di tengah arus digital yang berlalu begitu cepat. Mereka menunjukkan bahwa meski dunia terus bergerak, kita tetap bisa menemukan kedamaian, makna, dan jati diri melalui sastra.

Baca Juga: 4 Lukisan Artificial Intelligence Denny JA: Dengan Kopi, Memulai imajinasi

Menulis bukan hanya tentang mengisi halaman kosong; ia adalah perjalanan menuju ke dalam, menuju pemahaman yang lebih dalam tentang dunia dan tentang diri.

Di tangan 180 kreator milenial dan Gen Z ini, dari Aceh hingga Papua, puisi esai bukan sekadar kata-kata. Ia adalah suara generasi, yang menggemakan harapan, kekhawatiran, cinta, melalui kesaksian mereka.

Sebanyak 18 buku puisi esai para milenial dan generasi Z ini segera bisa dibaca online.

Baca Juga: Catatan Denny JA: Menyelamlah, Apapun Agama yang Dianut

Sekecil apa pun, ini bagian meningkatkan minat baca sastra dengan integrasi sastra di media digital. Ia memanfaatkan platform populer dan format interaktif agar sastra lebih mudah diakses dan relevan bagi generasi muda.

Halaman:
1
2
3
4
5
6

Berita Terkait