Catatan Denny JA: Menyelamlah, Apapun Agama yang Dianut
- Penulis : Bramantio Bayuajie
- Kamis, 31 Oktober 2024 11:00 WIB

Dalam dunia yang terus bergerak cepat dan penuh ambisi material, spiritualitas menjadi jangkar yang membantu kita tetap tenang di tengah badai kehidupan.
Ia memberi kita ruang untuk merenung, mengingat apa yang benar-benar penting dalam hidup, dan mengatasi tekanan dunia modern.
Kritik terhadap spiritualitas datang dari mereka yang merasa terkekang oleh dogma agama. Beberapa orang merasa perlu meninggalkan agama mereka untuk menemukan kebebasan spiritual.
Baca Juga: LSI Denny JA Rilis Data Tentang Kekhawatiran Masyarakat Soal Judi Online Untuk Keuangan
Namun, ini sering kali hanya persepsi. Pada kenyataannya, setiap agama mengandung kedalaman spiritual yang sering terabaikan dalam ritus-ritus formal.
Jika seseorang menyelam lebih dalam ke ajaran agama yang dianutnya, ia akan menemukan pencerahan dan kedamaian yang sama tanpa harus mencari di luar.
-000-
Baca Juga: LSI Denny JA Rilis Data Tentang Perkembangan Ekonomi 10 Tahun Pemerintahan Jokowi
Kritik Terhadap Samudra Spiritual
Tidak sedikit yang mengkritik bahwa spiritualitas dalam agama bisa menjadi pelarian dari kenyataan.
Orang yang menghadapi tantangan pribadi seperti depresi atau krisis hidup sering kali menggunakan jalur spiritual sebagai cara untuk menghindari tanggung jawab atau mencari penyelesaian yang mudah.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Wahai para Esoteris Berkumpulah
Ada juga kekhawatiran bahwa dalam beberapa kasus, spiritualitas bisa digunakan untuk menghindari perawatan medis yang seharusnya.