Catatan Denny JA: Menyelamlah, Apapun Agama yang Dianut
- Penulis : Bramantio Bayuajie
- Kamis, 31 Oktober 2024 11:00 WIB

Namun, spiritualitas yang otentik tidak melarikan diri dari kenyataan. Sebaliknya, ia memberikan kekuatan untuk menghadapi dunia dengan pikiran yang lebih terbuka dan hati yang lebih kuat.
Penelitian dari University of California, Berkeley menunjukkan bahwa mereka yang terlibat dalam praktik spiritual yang mendalam memiliki ketahanan emosional yang lebih tinggi dalam menghadapi tantangan hidup.
Mereka yang sungguh-sungguh menyelam ke dalam spiritualitas mereka menjadi lebih bijak, lebih tenang, dan lebih tangguh dalam menghadapi kesulitan hidup.
Baca Juga: LSI Denny JA Rilis Data Tentang Kekhawatiran Masyarakat Soal Judi Online Untuk Keuangan
Ada juga kritik bahwa spiritualitas bisa dimanipulasi untuk tujuan kekuasaan. Sejarah mencatat banyak pemimpin yang menggunakan ajaran spiritual untuk menundukkan orang lain, menciptakan hierarki kekuasaan, atau bahkan untuk membenarkan diskriminasi.
Namun, spiritualitas sejati tidak memecah-belah, melainkan menyatukan. Ia melampaui batasan-batasan ras, suku, atau agama, dan mendorong kita untuk terhubung dengan cinta kasih yang universal.
-000-
Baca Juga: LSI Denny JA Rilis Data Tentang Perkembangan Ekonomi 10 Tahun Pemerintahan Jokowi
Berikut adalah beberapa contoh tokoh dari berbagai latar belakang agama yang menemukan makna hidup dengan menyelam ke kedalaman batin dan spiritualitas mereka:
Mahatma Gandhi menemukan makna hidupnya melalui prinsip ahimsa (non-kekerasan) dan pencarian batin yang mendalam dalam tradisi Hindu.
Meditasi, doa, dan refleksi batin membantunya mengembangkan prinsip hidupnya dan memperjuangkan kemerdekaan India dengan cara damai.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Wahai para Esoteris Berkumpulah
Spiritualitas Gandhi memberinya kekuatan dan ketenangan dalam menghadapi tantangan hidup yang berat.