Catatan Denny JA: Mengapa Donald Trump Menang dan Apa Efeknya untuk Indonesia
- Penulis : Bramantio Bayuajie
- Jumat, 08 November 2024 13:10 WIB

Masalahnya, lawan Trump, Kamala Harris, punya kelemahan yang lebih besar lagi. Bukan masalah moral, tapi karena ia terasosiasi dengan Joe Biden, yang approval rating-nya sangat rendah.
-000-
Namun ada beberapa alasan lebih detail untuk menjelaskan kemenangan Donald Trump.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Hukum Hidup Bermakna Spiritualitas dan Wellness
Pada pemilu Amerika, kunci untuk menang terletak pada mengamankan “swing states”. Itu negara bagian yang hasil pemilihannya sering kali berubah-ubah setiap pemilu.
Di wilayah Swing States, kadang capres Demokrat yang menang, kadang capres Republik yang unggul.
Itu berbeda dengan negara bagian yang pemenangnya selalu capres Republik seperti Texas, atau negara bagian yang pemenangnya selalu capres Demokrat seperti New York.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Menambah Elemen Penghayatan Bahkan Untuk Hal-Hal Kecil
Negara-negara bagian Swing States meliputi Pennsylvania, Michigan, dan Wisconsin.
Apa yang Trump lakukan untuk menang di Swing States? Trump memanfaatkan ketakutan sebagian penduduk terhadap imigran ilegal yang dianggap merusak peluang kerja dan keamanan mereka.
Trump menggambarkan imigran ilegal sebagai “ancaman” terhadap integritas dan ekonomi nasional. Ini menarik simpati kelas pekerja dan mereka yang merasa hidupnya semakin terdesak.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Menyelamlah, Apapun Agama yang Dianut
Dengan retorika “America First,” Trump memperkuat pandangan bahwa hanya seorang pemimpin yang berkomitmen pada prioritas nasional yang mampu menjaga Amerika dari pengaruh luar.