Catatan Denny JA: Samudra Spiritualitas Berakar di Saraf Manusia
- Penulis : Bramantio Bayuajie
- Sabtu, 09 November 2024 16:10 WIB

Pada akhirnya, neuroscience memberikan kita wawasan baru yang menakjubkan tentang pencarian spiritual manusia.
Pencarian makna dan kebaikan bukanlah hasil dari doktrin agama semata, tetapi kebutuhan biologis yang tertanam dalam otak kita.
Spiritualitas adalah kebutuhan yang melekat pada manusia—bukan pilihan, tetapi alat untuk mencapai kesehatan mental dan emosional yang optimal.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Menyelamlah, Apapun Agama yang Dianut
Dengan memahami cara kerja otak, kita dapat lebih merawat spiritualitas dalam diri kita. Ini bukan hanya jalan menuju kedamaian batin, tetapi juga cara untuk mencapai potensi penuh kita sebagai manusia, baik secara biologis maupun spiritual.
“Spiritualitas adalah api purba yang menyala sejak percikan pertama kesadaran manusia, jauh sebelum agama menyalakan obor-obor dogma.”
London, 9 November 2024
Baca Juga: Orasi Denny JA: Catatan Perjalanan dari Wina, Cahaya Musik Klasik
Referensi:
• Andrew Newberg dan Eugene D’Aquili, How God Changes Your Brain, Ballantine Books, 2010.
• Lisa Miller, The Spiritual Child: The New Science on Parenting for Health and Lifelong Thriving, St. Martin’s Press, 2015.
• Richard Davidson, The Emotional Life of Your Brain, Plume, 2013.