Pengantar Buku 71 Lukisan Soal Renungan Jalaluddin Rumi
- Penulis : Bramantio Bayuajie
- Selasa, 30 Juli 2024 10:30 WIB

Pengantar Buku 71 Lukisan Soal Renungan Jalaluddin Rumi

Pengantar Buku 71 Lukisan Soal Renungan Jalaluddin Rumi
.jpeg)
Pengantar Buku 71 Lukisan Soal Renungan Jalaluddin Rumi
Itu lukisan yang saya buat untuk mengekspresikan renungan dan filosofi Jalaluddin Rumi.
Saya terpesona oleh militansi dan ketahanan diri saya sendiri. Selama seminggu, saya begitu intens. Kadang dari pagi hingga pagi lagi, saya fokus.
Di era itu, saya tidur acapkali di pukul tiga atau empat subuh. Artificial Intelligence sangat membantu saya sebagai asisten membuat 71 lukisan itu.
Energi apakah yang membuat saya tahan, kuat, dan intens berhari-hari? Saya nomor duakan hal lain agar selesai mengekspresikan pandangan-pandangan Rumi dalam lukisan?
Ini ekspresi rasa terima kasih yang mendalam. Kutipan-kutipan Rumi, renungannya, dan pikirannya telah banyak mewarnai hidup saya, menjadi panduan dalam melihat dunia dan mengikhlaskan banyak hal dalam hidup.
Di samping itu, terasa pula keinginan saya mengajak dunia luar merasakan pengalaman batin yang sama.
Baca Juga: Denny JA: Kreator yang Menggunakan AI untuk Karya Seni Akan Semakin Dominan
Tapi, saya tidak ingin hanya menulis ulang kutipan Rumi. Ini sudah banyak dilakukan oleh pihak lain.
Saya ingin menerjemahkan renungan Rumi dalam bentuk lukisan. Maka Simsalabim, Abrakadabra. Jadilah 71 lukisan renungan Jalaluddin Rumi.
-000-
Baca Juga: Denny JA Terima Penghargaan Lifetime Achievement Award 2024 Bagian dari 200 Tokoh Berpengaruh Dunia
Saya mengenal pertama kali Jalaluddin Rumi di era mahasiswa di tahun 80-an. Itu era ketika saya berada dalam kegelisahan pencarian jati diri.