Dari Lukisan Paus Fransiskus Hingga Dimulainya Pergeseran Kreativitas
- Penulis : Bramantio Bayuajie
- Rabu, 04 September 2024 14:23 WIB

Seperti yang pernah dikatakan oleh Pablo Picasso, “Every act of creation is an act of destruction.” Dalam setiap inovasi yang dibawa oleh AI, ada bagian dari tradisi dan metode lama yang ditinggalkan. Namun, dalam proses ini, kita juga membuka jalan bagi bentuk-bentuk baru dari ekspresi artistik yang belum pernah ada sebelumnya.
AI dalam seni visual bukan hanya tentang menggantikan seniman, tetapi tentang memberi mereka alat baru untuk mengeksplorasi ide-ide dan konsep-konsep yang lebih besar.
Pada akhirnya, AI memberikan draft dasar, tetapi manusialah yang harus melakukan personalisasi. Hanya dengan begitu, karya seni bisa memiliki kedalaman dan makna yang benar-benar beresonansi dengan penikmatnya.
Baca Juga: ORASI DENNY JA: Belajar Keberagaman dari Sayyidina Ali
Dalam kolaborasi ini, AI dan manusia bersama-sama menciptakan sesuatu yang baru—sebuah kanvas di mana teknologi dan kemanusiaan bertemu.
Tetapi, dalam kanvas ini, manusia tetaplah pelukisnya, memastikan bahwa setiap garis, setiap warna, bergetar dengan keindahan dan kekuatan dari pengalaman hidup yang sejati.*
(Ditulis di Kereta Api, Jakarta- Jogjakarta, 4 Sept 2024)
Baca Juga: Pesan Denny JA pada Karya Lukisan Paus Fransiskus
CATATAN
(1) Pameran lukisan Denny JA dengan asisten Artificial Intelligence, di Festival Toleransi, Galeri Nasional, 2-4 September 2024:
Memandang Lukisan Paus Fransiskus Membasuh Kaki Rakyat Indonesia...
Baca Juga: Catatan Denny JA: Di Kereta Itu, Tak Ditemukannya Sepasang Mata Bola