Catatan Denny JA: Tak Kutemukan Surga di Sana
- Penulis : Bramantio Bayuajie
- Rabu, 02 Oktober 2024 09:46 WIB

LIFESTYLEABC.COM - Seorang pelajar Indonesia dikirim ke Yugoslavia di tahun 1960-an oleh Bung Karno. Karena prahara politik di dekade itu, ia tak pernah pulang.
Langit Yugoslavia, abu-abu dan bisu.
Sejarah hilang dalam bayangan.
Marwan, kini 85,
punggungnya melengkung oleh beban masa lalu,
nyeri di tubuh,
patah di jiwa.
Baca Juga: Orasi Denny JA: Mengapa Kita Perlu Forum Para Kreator di Era AI?
Api yang dulu menyala,
kini berpendar samar,
ditiup angin waktu yang tak kenal belas.
Dulu, Indonesia adalah bara,
dalam gelora Bung Karno,
pemuda-pemuda digiring ke mimpi besar.
Marwan, salah satunya,
dikirim ke Yugoslavia,
negeri yang kala itu tegak,
dengan Presiden Tito di puncak kekuasaan,
sebuah eksperimen di simpang dunia.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Mereka yang Terbuang Tahun 1960-an
Di sana, sosialisme berdiri teguh,
di bawah bendera merah,
revolusi bersinar di jalan-jalan,
membangun masa depan yang berkilau.
Namun sejarah adalah pedang bermata dua,
menggores dan menebas harapan dalam sekejap.
Bung Karno jatuh,
Marwan kehilangan pijakan,
tanah air tak lagi memanggil,
paspor dicabut,
pulang berarti menjemput kegelapan—
penjara atau kematian.
Baca Juga: LSI Denny JA Ungkap Data Keberhasilan Kepemimpinan Presiden Joko Widodo
Ia terdampar di negeri yang dulu memberinya naungan,
tapi Yugoslavia pun pecah,
seperti kaca yang retak di tanah keras.