Catatan Denny JA: Tak Kutemukan Surga di Sana
- Penulis : Bramantio Bayuajie
- Rabu, 02 Oktober 2024 09:46 WIB

Gunung-gunung, sawah yang berkabut,
senyum ibu dalam waktu yang membeku.
Setiap goresan adalah perjalanan,
sebuah upaya untuk pulang tanpa bergerak.
Lukisannya menjadi suara bagi yang tak bersuara,
cerita bagi yang tersingkir.
Karyanya sampai ke tanah air.
Anak-anak sekolah melihatnya,
melihat tanah mereka melalui mata yang terlupakan.
Baca Juga: Orasi Denny JA: Mengapa Kita Perlu Forum Para Kreator di Era AI?
"Inilah hadiahku," bisik Marwan,
"untuk negeri yang tak pernah menerima kepulanganku."
Dan di ujung usia,
di negeri yang jauh,
Marwan tersenyum samar.
Meski tubuhnya terjebak dalam kubangan sejarah
yang berantakan,
hatinya akhirnya menemukan jalan pulang,
melalui seni,
melalui rasa yang tak pernah mati.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Mereka yang Terbuang Tahun 1960-an
Jakarta 30 September 2024
CATATAN
Kisah ini adalah fiksi, terinspirasi dari pengalaman nyata pelajar Indonesia yang menjadi eksil di luar negeri setelah jatuhnya Bung Karno.***
Baca Juga: LSI Denny JA Ungkap Data Keberhasilan Kepemimpinan Presiden Joko Widodo