Catatan Denny JA: Hukum Ketiga Hidup Bermakna, Passion
- Penulis : Bramantio Bayuajie
- Kamis, 24 Oktober 2024 10:10 WIB

Obsessive passion dapat mengarah pada burnout. Ini adalah kelelahan mental dan emosional akibat dorongan yang terlalu berlebihan.
Lebih dari itu, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk menemukan passion yang cocok dengan kehidupan mereka. Ini sering kali menimbulkan frustrasi atau rasa gagal.
Tuntutan untuk “menemukan passion” bisa menjadi tekanan yang tidak sehat. Terutama ketika passion itu tidak muncul dengan jelas.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Aktivis Ideologi itu Memilih jadi Doktor
Namun, solusinya bukanlah meninggalkan passion. Solusinya adalah menemukan keseimbangan. Harmonious passion, seperti yang diungkapkan dalam riset Vallerand, adalah kuncinya.
Passion yang sehat tidak mendominasi hidup kita. Passion menyatu dengan kehidupan lain secara harmonis. Passion harus menjadi kekuatan yang mendorong kita maju, bukan beban yang menjerat kita.
-000-
Baca Juga: Catatan Denny JA: Hukum Pertama Hidup bermakna, Hubungan Personal
Contoh Tokoh: Howard Schultz
Howard Schultz, mantan CEO Starbucks, adalah contoh nyata bagaimana passion bisa mengubah hidup. Schultz tumbuh dalam keluarga miskin di Brooklyn. Namun, ia memiliki passion yang besar untuk menciptakan sesuatu yang berarti.
Ketika ia bergabung dengan Starbucks, Schultz tidak melihatnya sebagai sekadar kedai kopi. Ia memiliki visi besar untuk mengubah kedai ini menjadi tempat yang menyediakan pengalaman.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Hukum Kedua Hidup Bermakna, Positivity
Tempat di mana orang-orang bisa berbagi momen bersama. Passion inilah yang membuat Schultz berjuang keras membangun Starbucks menjadi perusahaan global.