Catatan Denny JA: Hukum Ketiga Hidup Bermakna, Passion
- Penulis : Bramantio Bayuajie
- Kamis, 24 Oktober 2024 10:10 WIB

Namun, perjalanannya tidak mudah. Pada satu titik, Schultz hampir kehilangan perusahaannya selama krisis keuangan.
Tetapi passion yang mendalam untuk misi Starbucks—membangun komunitas, hubungan, dan kualitas—membuatnya terus bertahan. Schultz adalah bukti bahwa passion yang mendalam bisa mengubah tantangan menjadi kemenangan.
-000-
Baca Juga: Catatan Denny JA: Aktivis Ideologi itu Memilih jadi Doktor
Passion dalam Ajaran Agama dan Filsafat
Passion bukanlah konsep yang hanya dimiliki dunia modern. Sejak zaman kuno, ajaran agama dan filsafat menekankan pentingnya passion dalam menjalani hidup yang bermakna.
Dalam Islam, konsep ihsan mengajarkan bahwa setiap tindakan harus dilakukan dengan dedikasi penuh. Seolah-olah Tuhan melihat kita.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Hukum Pertama Hidup bermakna, Hubungan Personal
Passion di sini adalah keikhlasan dalam menjalani setiap perbuatan. Dalam agama Kristen, passion muncul dalam bentuk cinta kasih yang mendalam kepada Tuhan dan sesama.
Pengorbanan Yesus untuk umat manusia adalah contoh passion yang lahir dari cinta dan pengabdian yang tak terbatas.
Buddhisme menekankan right effort, di mana passion mendorong seseorang untuk mengatasi penderitaan. Passion membawa seseorang mencapai kedamaian batin.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Hukum Kedua Hidup Bermakna, Positivity
Dalam Hindu, bhakti adalah bentuk passion tertinggi—pengabdian yang penuh cinta kepada Tuhan. Bhakti yoga mengajarkan bahwa hidup yang dipenuhi dengan pengabdian adalah hidup yang bermakna.