Catatan Denny JA: Hukum Ketiga Hidup Bermakna, Passion
- Penulis : Bramantio Bayuajie
- Kamis, 24 Oktober 2024 10:10 WIB

Konfusianisme menekankan pada passion dalam membangun hubungan sosial yang harmonis. Passion di sini adalah cinta yang tulus kepada manusia dan kemanusiaan. Passion diwujudkan dalam tindakan yang adil.
Bahkan Stoikisme, meskipun passion sering dianggap sebagai sumber kelemahan, memberikan ruang bagi passion. Dalam Stoikisme, passion muncul dalam bentuk pengendalian diri dan dedikasi pada kebajikan.
-000-
Baca Juga: Catatan Denny JA: Aktivis Ideologi itu Memilih jadi Doktor
Penutup
Passion adalah bahan bakar yang membuat hidup lebih bermakna. Ia adalah nyala yang terus menyala bahkan saat jalan di depan tampak gelap.
Tanpa passion, hidup akan kehilangan percikannya. Ia akan menjadi datar dan hampa. Namun, passion yang sehat adalah kompas yang menuntun kita melewati arus kehidupan. Ia memastikan kita terus bergerak maju dengan tujuan yang jelas.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Hukum Pertama Hidup bermakna, Hubungan Personal
Pada akhirnya, passion adalah panggilan jiwa. Seperti api abadi, ia menyala dalam setiap langkah kita. Ia memberi arti pada setiap detik.
Hidup dengan passion bukan hanya tentang mencapai tujuan. Ia juga tentang menikmati setiap momen dalam perjalanan.
Hidup dengan passion menjadikan perjalanan itu sendiri sebagai tujuan. Setiap momen kecil adalah kemenangan. Setiap langkah terasa seperti aliran sungai menuju samudra makna.*
Baca Juga: Catatan Denny JA: Hukum Kedua Hidup Bermakna, Positivity
Jakarta, 24 Oktober 2024