Datuk Jasni Matlani: Puisi Esai Sudah Goes International dan Bagian dari High Culture
- Penulis : Bramantio Bayuajie
- Minggu, 15 Desember 2024 18:18 WIB

LIFESTYLEABC.COM - Sastrawan dan akademisi Malaysia, Datuk Jasni Matlani berpandapat jika genre sastra puisi esai kini sudah diterima secara luas hingga menjadi bagian dari “high culture” di tempat terhormat.
Hal ini disampaikan Datuk Jasni Matlani saat menjadi pembicara dalam diskusi di Festival Puisi Esai Jakarta II, 13-14 Desember 2024, di PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat.
Selain Datuk Jasni Matlani, sesi diskusi Festival Puisi Esai Jakarta II ini juga mengundang Fatin Hamama R. Syam dan Monica JR dengan moderator Sastri Bakry bertema Puisi Esai Goes International.
Baca Juga: Sekjen SATUPENA: Ubud Writers & Readers Festival dapat Mendorong Kolaborasi Penulis dan Seniman
Datuk Jasni Matlani menyatakan, “Jika puisi esai yang high culture diadaptasi ke film, teater, dan sebagainya maka ia menjadi bagian dari pop culture, yang memanusiakan manusia.”
Datuk Jasni juga memuji penggagas puisi esai Denny JA. “Denny JA luar biasa karena kebaikan karyanya, dan karena hujatan kepadanya yang juga luar biasa. Tidak ada sastrawan Indonesia lain yang mengalami seperti itu,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Datuk Jasni menceritakan tantangan dan tekanan yang ia hadapi di Malaysia, ketika pertama kali memperkenalkan puisi esai. Tetapi ia gigih dan tetap bertahan, meski harus mencari dana sendiri.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Dana Abadi untuk Festival Tahunan Puisi Esai
Ia berbesar hati bahwa pada 2024 ini puisi esai telah menjadi wahana sastra Melayu Nusantara di tingkat ASEAN dan global,
Datuk Jasni adalah sosok yang memprakarsai Festival Puisi Esai di Kota Kinabalu. Ia mengundang para sastrawan dan akademisi sastra dari Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, dan sebagainya. Ia juga yang memprakarsai Lomba Menulis Puisi Esai Se-ASEAN.
Datuk Jasni adalah juga pimpinan Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP) Sabah, serta Dewan Bahasa dan Sastera (Bahasa) Sabah.
Baca Juga: Jadwal dan Lokasi Festival Puisi Esai Jakarta 2024 dengan Tamu Tokoh Sastra dalam dan Luar Negeri
Pembicara lain, penyair Fatin Hamama pada kesempatan itu menyatakan, “Puisi esai membawa misi kemanusiaan yang universal. Puisi esai juga menjadi sarana alternatif sebagai diplomasi sastra.”