DECEMBER 9, 2022
Puisi

Catatan Denny JA: Ilmu Menjadi Tanah Air Pengganti

image
Puisi Denny JA tentang revolusi (Lifestyleabc.com/Kiriman)

Sartono, di tepi sungai Spree,  
berdialog dengan bayangannya.  
“Apakah ini akhir pencarianku?  
Apakah ini jawabannya?”  

Ilmu telah menjadi bahasaku,  
dan dalam setiap kajian buku,  
aku menemukan kembali diriku.

“Tanah air bukan di mana kakiku berpijak,"  
"Tapi di setiap pengetahuan yang kugenggam."  

Baca Juga: Catatan Denny JA: 12 Jam Protes Berbaring di Jalan Raya

Kembali ke Indonesia dua kali,  
tapi semuanya terasa asing.  
Hanya ilmu yang setia,  
tak pernah meninggalkanku.

Malam di Berlin,  
di tepi sungai yang beku,  
aku tak lagi bertanya soal paspor atau bendera.  
Ilmu adalah tanah air keduaku,  
dan di dalam buku,
aku telah pulang. 

Aku bukan lagi daun yang
melayang di badai, melainkan pohon yang
berakar kuat,
berdiri kokoh di tanah
pengetahuan. 

Baca Juga: Catatan Denny JA: Mereka yang Terbuang Tahun 1960-an

Ilmu adalah bahasaku,
Buku adalah benderaku.
"Tanah air bukan di mana
kakiku berpijak,
tapi di mana pikiranku
bertumbuh.*

Jakarta, 

CATATAN

Baca Juga: Catatan Denny JA: Kulihat Raksasa Itu Tumbang

Kisah ini fiksi,  terinspirasi dari kehidupan Waruno Mahdi, seorang eksil Indonesia yang kehilangan kewarganegaraannya akibat peristiwa 1965, namun menemukan identitas dan "rumah" dalam ilmu pengetahuan.

Halaman:
1
2
3

Berita Terkait